FASILITAS PRAKTEK

                                                    FASILITAS PRAKTEK

Selain ruang kelas untuk belajar teori, di Monas tersedia fasilitas praktek berupa laboratorium untuk Culinary Arts, Baking & Pastry Arts, Bar & Beverages (Bartending) dan Ruang Makan Restoran. Sesudah belajar teori selama sekitar satu jam di ruang kelas, Anda langsung praktek di Laboratorium (Dapur) Kuliner, atau di Laboratorium Baking & Pastry (Bakery), atau Bar & Beverage Counter (Bartending) atau Ruang Makan Restoran ( Dining Service).


                                                 LABORATORIUM KULINER


Laboratorium Kuliner terletak di Lantai Tiga kampus Monas Jl. Bratang Binangun 37,
Surabaya. Laboratorium ini diperlengkapi dengan Kompor-Kompor tipe Industri serta meja-meja kerja (Work Tables) stainless steel seperti terdapat pada dapur-dapur restoran-restoran kelas internasional. Selain itu, tentunya dilengkapi dengan alat-alat masak seperti panci-panci masak, wajan, sendok-sendok masak, pisau-pisau masak, dan lain-lainnya.



                                         LABORATORIUM BAKING & PASTRY
                                                                          


Laboratorium Baking & Pastry terletak di Lantai Dua. Diperlengkapi dengan Oven-Oven, Mixer-Mixer, Meja-Meja Kerja serta peralatan Bakery dan Patisseri lainnya yang semuanya tipe Industri (Industrial Type).

 

                                              LABORATORIUM BARTENDING

Laboratorium Bartending berada di Lantai Dasar Kampus Monas. Disinilah para mahasiswa dilatih mempersiapkan bermacam-macam minuman yang biasa disajikan pada restoran-restoran besar,  hotel-hotel berbintang serta pada Public Bar (PUB) di kota-kota. Mahasiswa belajar dan praktek mengenali, mencampur, dan menyajikan berbagai jenis minuaman, baik minuman beralkohol maupun yang tidak beralkohol.

 

                                                 LABORATORIUM RESTORAN
                                                                                               



Laboratorium Restoran terletak dilantai dasar bersama-sama dengan Laboratorium Bartending. Diperlengkapi dengan meja kursi seperti layaknya restoran ternama serta alat-alat hidang-makan yang cukup seperti piring-piring aneka jenis dan bentuk, sendok-garpu, gelas-gelas minum, serta perangkat hidang lainnya. Inilah para mahasiswa dilatih cara-cara servis restoran kelas internasional, antara lain:

  • Menyambut dan mempersilahkan para tamu untuk mengambil tempat duduk
  • Menyerahkan Menu dan Mencatat pesanan. Mahasiswa harus menguasai segala sesuatunya tentang makanan-makanan yang tertera di Menu agar dapat menjelaskannya pada tamu bila ada yang menanyakannya.
  • Menghidangkan makanan yang sesuai dengan pesanan para tamu serta mempersilahkan mereka makan.
  • Menyerahkan bon atau bills kepada tamu yang selesai makan serta mengaturkan terimakasih kepada mereka yang siap meninggalkan restoran.

                                    MENGAPA BELAJAR RESTAURANT SEVICE?


Sering ditanyakan, mengapa mahasiswa perlu belajar cara melayani tamu di ruang makan?  Bukankah Monas mempersiapkan mereka untuk menjadi Executive Chef atau menjadi pimpinan suatu Restoran atau Bakery?

Simaklah jawaban berikut ini:

Service atau melayani tamu pada restoran sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu restoran. Kesasn pertama seorang tamu saat memasuki ruang makan adalah kerapian dan keramahan para pramusaji atau waiter yang menyambut. Bagaimana cara mereka mempersilakan tamu mengambil  duduk, memberikan menu, mencatat pesanan, dan menjelaskan tentang makanan yang tertera pada menu bila ditanyakan. Meraka harus tahu cara meletakkan makanan dan minuman diatas meja. Mereka harus tahu siapa diantara tamu semeja yang harus dilayani terlebih dahulu. Harus tahu tatacara mempersilahkan tamu makan, dan selalu siap untuk membantu  bila dibutuhkan. Harus tahu cara menyerahkan bill dan membantu tamu yang siap membayar, dan mengucapkan terimakasih kepada mereka saat mereka  meninggalkan ruang makan. Tamu yang puas atas layanan dan  atas makanan yang disajikan kemungkinan besar akan datang kembali, bahkan menjadi pelanggan tetap. Bukankah ini yang diharapkan oleh setiap restoran?

Jika Anda menjawab "ya", maka Anda sebagai pimpinan restoran harus bisa mendidik dan melatih para waiter, yang juga adalah anak buah Anda, agar mereka "bisa" memberikan pelayanan yang diharapkan oleh para tamu restoran. Itulah sebabnya mengapa para mahasiswa sebagai calon pimpinan harus belajar tentang teknik-teknik pelayanan yang baik sesuai standart industri jasa makan-minum atau food service industry.